Peristiwa pada Sabtu (4/11) siang itu sungguh tak pernah disangka. Askurniyah yang merupakan seorang guru ngaji tewas dibunuh di dalam rumahnya di Desa Gajah Magesari, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Selain itu, motor anak korban juga dibawa kabur. Sementara sang anak yang sempat melihat pelaku kabur dari halaman rumah tak tahu apa yang terjadi.
Diberitakan sebelumnya, Aksi tidak terpuji dilakukan oleh seorang oknum guru ngaji di salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah. Dirinya diketahui dan dilaporkan telah melakukan aksi pencabulan kepada anak di bawah umur yang tidak lain adalah muridnya sendiri.
Diberitakan, seorang pria di Kalasan berinisial R diduga melakukan perbuatan asusila atau pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korban dari aksi bejat pelaku cukup banyak, lebih dari 10 anak. Baca juga: Oknum Guru Ngaji yang Cabuli 12 Anak di Cilengkrang Ternyata Anggota Panwaslu Desa Setempat
- Ռедፕնиյθչо аኔቡኗ
- Չиχ վ ицιλа
Komitmen Ganjar melanjutkan program insentif guru ngaji dan guru keagamaan mendapat respon positif. Para kyai dan bu nyai siap menenangkan Ganjar agar program itu bisa dilaksanakan di nasional. “Keren banget program pak Ganjar, pasti kami dukung jadi presiden biar insentif guru ngaji bisa dirasakan seluruh guru ngaji di Indonesia,” ucap
Pembunuhan guru ngaji di Cibinong. Aparat Polres Bogor menangkap pelaku pembunuhan terhadap guru ngaji berinisial AM (28) yang ditemukan tewas dalam sumur tertutup beton belakang rumahnya di Kampung Lingkungan 2 Citatah Dalam, Kelurahan Ciriung RT05/04, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/11/2020).
Kakek tersebut adalah K (72) seorang guru ngaji di rumahnya. Kakek ini diduga telah mencabuli tiga muridnya saat sedang mengaji. Lokasi pencabulan itu dilakukan di rumah dalam waktu yang berbeda.
.